Yes indeed, Tempat Pengasuhan Anak (kerennya day care)
berminggu-minggu saya review TPA yang ada di Yogya, tepatnya di Yogya selatan. Tidak banyak yang saya kunjungi sih, karena pertimbangan saya dan suami TPA harus dekat dengan rumah.
Ya, pilihan ini diambil karena abim tidak bisa diasuh dengan mbah utinya lagi. Mengapa memilih TPA? hmm, saya prefer menggunakan jasa TPA ketimbang pengasuh. Hal ini sebetulnya bergantung pada preferensi setiap orang tua saja. Ada yang merasa nyaman dengan pengasuh dan ada yang nyaman dengan TPA.
Kelebihan day care ketimbang dengan pengasuh menurut saya Pertama, No TV ALL DAY, entahlah saya termasuk orang tua yang gemas kalau anak terlalu sering terpapar TV. Tapi asyiknya abim bukan tipe anak yang suka nonton TV, dia lebih seneng ngoprek mainan atau "bantuin" saya di dapur. Nah, di TPA tidak ada TV, dan saya senang sekali. Kedua, LOTS ACIVITIES, di TPA umumnya jadwal kegiatan sudah terjadwal dengan rapi, biasanya pada pagi hari mereka akan belajar bersama, makan siang kemudian istirahat. Nah, padatnya kegiatan membuat anak terasah kemampuannya dan menciptakan habit yang bagus. Selain itu, anak lebih cepat mandiri karena kemapuan dasar seperti toilet training dan makan sendiri mulai terasah. Jadwal makan yang teratur juga membuat anak tidak mengenal warung alias NO JAJAN, sebisa mungkin saya ingin menjaga abim dari makanan yang kurang sehat.
Ah, apapun pilihannya, Mom knows the best!
Thursday, November 11, 2010
Editor Prigel
Melihat tren perbukuan saat ini, saya benar-benar terhenyak. Hmm, tren yang tercipta benar-benar di luar dugaan. Ada penerbit yang benar-benar beruntung dalam menginvestasikan modal sehingga memperoleh oplag yang fantastis. Ada pula penerbit yang terbanting-banting dalam urusan harga dan berakhir pada Yusuf Agency (tau kan, ini yang paling dicari saat pameran buku). Mau tidak mau kita harus mengakui keberhasilan tersebut datang dari proses book making yang luar biasa dan melibatkan peran editor di dalamnya. Tentu saja dengan tidak menisbikan peran unsur yang lain.
“First keys on writing is to write. Not to think!. Kunci pertama menulis adalah menulis. Bukan berfikir. Demikian ucap William Forster di depan Jamal Wallace dalam film “finding Forrester”.
Apa ya padanan prigel dalam bahasa Indonesia?
Bisa dikata prigel dalam bahasa jawa berarti kemampuan yang komprehensif dan merujuk pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik (ah, jadi inget kuliah pendidikan jaman dulu).
Lantas apa hubungannya dengan editor? hmm..intim sekali dong.
Dunia penerbitan buku merupakan dunia gagasan. Bisnis penerbitan buku merupakan bisnis rumit karena menggunakan insting lebih untuk dapat menghasilkan produk buku pro-pasar. Dalam asumsi bidang keredaksian, sebuah penerbit yang berorientasi pasar selalu berkeyakinan bahwa instrumen pemasaran yang utama adalah bukunya itu.
Pengertiannya, editor sebagai peramu buku harus mampu menghasilkan buku yang memang berkualitas, judul yang impresif, tampilannya menarik, dan tema yang sesuai dengan kebutuhan pembaca. Nah, dengan tuntutan seperti itu seorang editor tidak hanya berurusan dengan titik koma saja namun harus bisa mengasah insting untuk melejitkan oplag. Maksud saya, sang editor harus prigel memilah naskah yang masuk bahkan mencari sendiri naskah yang kira-kira akan melejit. Karena industri penerbitan adalah bisnis gagasan dan sialnya gagasan iru amat bergantung pada SDM, maka kelihaian editor amat dibutuhkan. Nah, prigel itu maksudnya.
“First keys on writing is to write. Not to think!. Kunci pertama menulis adalah menulis. Bukan berfikir. Demikian ucap William Forster di depan Jamal Wallace dalam film “finding Forrester”.
Apa ya padanan prigel dalam bahasa Indonesia?
Bisa dikata prigel dalam bahasa jawa berarti kemampuan yang komprehensif dan merujuk pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik (ah, jadi inget kuliah pendidikan jaman dulu).
Lantas apa hubungannya dengan editor? hmm..intim sekali dong.
Dunia penerbitan buku merupakan dunia gagasan. Bisnis penerbitan buku merupakan bisnis rumit karena menggunakan insting lebih untuk dapat menghasilkan produk buku pro-pasar. Dalam asumsi bidang keredaksian, sebuah penerbit yang berorientasi pasar selalu berkeyakinan bahwa instrumen pemasaran yang utama adalah bukunya itu.
Pengertiannya, editor sebagai peramu buku harus mampu menghasilkan buku yang memang berkualitas, judul yang impresif, tampilannya menarik, dan tema yang sesuai dengan kebutuhan pembaca. Nah, dengan tuntutan seperti itu seorang editor tidak hanya berurusan dengan titik koma saja namun harus bisa mengasah insting untuk melejitkan oplag. Maksud saya, sang editor harus prigel memilah naskah yang masuk bahkan mencari sendiri naskah yang kira-kira akan melejit. Karena industri penerbitan adalah bisnis gagasan dan sialnya gagasan iru amat bergantung pada SDM, maka kelihaian editor amat dibutuhkan. Nah, prigel itu maksudnya.
Kucingku lucuu...
yaiiyy...bisa ngeblog lagi
saya membenarkan perkataan seorang sahabat yang berujar "menulislah kapan saja saat kamu ingin"
hwaa..kedengarannya mudah, tapi entahlah kadang-kadang semangat menulis itu bagaikan anomali dalam diri saya..hihi..looks great, dear
cerita tentang kucing yuk, lho kok kucing sih *tepok jidat**
ya, saya geli sekali dengan hewan jenis ini. Menurut saya kucing sama sekali tidak memiliki keindahan (maap untuk catlovers). Bulunya yang bikin bersin, tingkah lakunya yang seringkali ngeselin (maksudnya saat dia bergelendot mesra itu).. hwaa..ga banget lah.
Nah, masalahnya si abim itu seneeengg banget sama kucing. Ya ampun, dia begitu fasih melafalkan kata kucing, padahal kata-kata lain pengucapannya masih kacau. Dan melihat reaksinya ketika bertemu kucing di jalan atau dimana saja (sekalipun cuma wallpaper di kompie) teriakannya sungguh bombastis menurut sayaa. Dia akan kegirangan setengah mati. Matanya menyipit sambil menirukan bunyi kucing, ahh pokoknya mesra sekali. Iri saya dibuatnya.

gambar ini yang bisa bikin Abim termehek-mehek..ckckck
**Sayang hingga sekarang saya belum bisa mengabadikan gambar mesra abim dan kucing
saya membenarkan perkataan seorang sahabat yang berujar "menulislah kapan saja saat kamu ingin"
hwaa..kedengarannya mudah, tapi entahlah kadang-kadang semangat menulis itu bagaikan anomali dalam diri saya..hihi..looks great, dear
cerita tentang kucing yuk, lho kok kucing sih *tepok jidat**
ya, saya geli sekali dengan hewan jenis ini. Menurut saya kucing sama sekali tidak memiliki keindahan (maap untuk catlovers). Bulunya yang bikin bersin, tingkah lakunya yang seringkali ngeselin (maksudnya saat dia bergelendot mesra itu).. hwaa..ga banget lah.
Nah, masalahnya si abim itu seneeengg banget sama kucing. Ya ampun, dia begitu fasih melafalkan kata kucing, padahal kata-kata lain pengucapannya masih kacau. Dan melihat reaksinya ketika bertemu kucing di jalan atau dimana saja (sekalipun cuma wallpaper di kompie) teriakannya sungguh bombastis menurut sayaa. Dia akan kegirangan setengah mati. Matanya menyipit sambil menirukan bunyi kucing, ahh pokoknya mesra sekali. Iri saya dibuatnya.

gambar ini yang bisa bikin Abim termehek-mehek..ckckck
**Sayang hingga sekarang saya belum bisa mengabadikan gambar mesra abim dan kucing
Friday, March 26, 2010
Lelaki-ku
Menjelang 4 hari ulang tahun laki-laki teristimewa saya, hati ini tergerak untuk menuliskan sesuatu tentangnya.
Ya, dia yang sudah 1,5 tahun menemani malam-malam saya, walau harus berbagi tempat dengan bongsornya badan Abim kini..hehe
Dan, saya amat bahagia. Laki-laki yang sejak dulu bisa membuat saya nyaman dan mempercayakan hidup saya padanya. Umurnya akan beranjak ke angka 28. Banyak impian-impian yang telah terwujud dalam keluarga kecil kami. Ya, kami harus senantiasa bersyukur atas segala hal yang Allah percayakan pada kami.
Pertama kali mengenalnya hingga kini telah menjadi seorang bapak, membuat perasaan ini tak pernah berubah. Sayang sekali padanya (ya iyalah..masa sayang ama laki orang, huehue)
Maka tentang Dia...
Dia yang sederhana, yang sampai saat ini kacamatanya belum diganti dari jaman baheula. Slalu merasa kalo udah punya beberapa kemeja, kaos, baju batik hidupnya udah cukup. Merasa bersalah kalo dia ga terbangun manakala abim sedang rewel. Ah, banyak hal yang selalu membuat saya bersyukur setengah mati.
Saya mengerti bahwa dia mencintai kami dengan caranya yang begitu sederhana, i really love you Abi.. Hepi Milad yaa sayang^^
Ya, dia yang sudah 1,5 tahun menemani malam-malam saya, walau harus berbagi tempat dengan bongsornya badan Abim kini..hehe
Dan, saya amat bahagia. Laki-laki yang sejak dulu bisa membuat saya nyaman dan mempercayakan hidup saya padanya. Umurnya akan beranjak ke angka 28. Banyak impian-impian yang telah terwujud dalam keluarga kecil kami. Ya, kami harus senantiasa bersyukur atas segala hal yang Allah percayakan pada kami.
Pertama kali mengenalnya hingga kini telah menjadi seorang bapak, membuat perasaan ini tak pernah berubah. Sayang sekali padanya (ya iyalah..masa sayang ama laki orang, huehue)
Maka tentang Dia...
Dia yang sederhana, yang sampai saat ini kacamatanya belum diganti dari jaman baheula. Slalu merasa kalo udah punya beberapa kemeja, kaos, baju batik hidupnya udah cukup. Merasa bersalah kalo dia ga terbangun manakala abim sedang rewel. Ah, banyak hal yang selalu membuat saya bersyukur setengah mati.
Saya mengerti bahwa dia mencintai kami dengan caranya yang begitu sederhana, i really love you Abi.. Hepi Milad yaa sayang^^
Tuesday, February 9, 2010
Nge-blog lagiii
bersih-bersih dulu ahh
dilap biar kinclong dan debunya pada kabur**
blogku sayang..
lama nian tidak kusentuh
tanya kenapa? mendadak lupa punya blog**
sekarang bertekad untuk meramaikannya.
sekarang temanya juga nambah, karena udah ada ucil di rumah.
menjelang 1 tahun umurnya,
inilah penampakan si raja kecil.
enjoy it!!
dilap biar kinclong dan debunya pada kabur**
blogku sayang..
lama nian tidak kusentuh
tanya kenapa? mendadak lupa punya blog**
sekarang bertekad untuk meramaikannya.
sekarang temanya juga nambah, karena udah ada ucil di rumah.
menjelang 1 tahun umurnya,
inilah penampakan si raja kecil.
enjoy it!!
Thursday, August 6, 2009
Editor harus bisa NULIS
Sudah tiga tahun ini saya bergulat dalam bidang editorial. Lulus kuliah lalu nyemplung dengan dunia yang berbeda dalam angan-angan saya. Bukan, bukan sebagai pemeriksa keuangan, tidak sebagai teller seperti teman-teman itu. Tapi sebagai editor.
Pekerjaan apa itu? (saya sewot kala itu)
Ah, sudahlah dijalani saja, sebagai fresh entry apa sih yang bisa saya perbuat. Satu, dua, tiga .. pelan-pelan..
Ah.. saya suka pekerjaan ini, saya coba menggaulinya lebih dalam.
Lalu saya sekarang berani memutuskan bahwa inilah "dunia" saya. Peduli amat orang bilang apa. Kerapkali menggauli kata-kata apakah saya juga harus membuat sebuah karya sendiri? Ya, saya ingin. Awalnya, tak mudah, suer lebih mudah memberi tanda koreksi, puas rasanya ketika naskah itu berubah menjadi lautan "darah" dan warna warni stabilo.
Tapi saya harus bisa .. dan ternyata saya ketagihan. Ya, saya akan terus menulis dan lagi.
Pekerjaan apa itu? (saya sewot kala itu)
Ah, sudahlah dijalani saja, sebagai fresh entry apa sih yang bisa saya perbuat. Satu, dua, tiga .. pelan-pelan..
Ah.. saya suka pekerjaan ini, saya coba menggaulinya lebih dalam.
Lalu saya sekarang berani memutuskan bahwa inilah "dunia" saya. Peduli amat orang bilang apa. Kerapkali menggauli kata-kata apakah saya juga harus membuat sebuah karya sendiri? Ya, saya ingin. Awalnya, tak mudah, suer lebih mudah memberi tanda koreksi, puas rasanya ketika naskah itu berubah menjadi lautan "darah" dan warna warni stabilo.
Tapi saya harus bisa .. dan ternyata saya ketagihan. Ya, saya akan terus menulis dan lagi.
Konsep Politik yang Menguap
Ahh serius nih
ini postingan serius ..
Tergelitik membaca Tsamarat al-Muhimmah karya fenomenal Raja Ali haji membuat kening saya berkerut, luar biasa sekali ..
Khazanah intelektual yang dihasilkan para penulis Melayu masa lalu merupakan suatu perbendaharaaan yang unik dan istimewa. Ia dapat menggambarkan kondisi kehidupan masyarakat Melayu lama dengan baik dari berbagai sudut. Dilihat dari segi materinya, karyatersebut ada yang bermuatan peraturan-peraturan berbangsa dan bernegara atau etika politik, termasuk konsep negara dan peradilan. Ada banyak poin mengenai kriteria pemimpin dan good governance yang bagus sekali untuk ditelaah.
Sejarah menunjukkan bahwa Islam sebagai agama memiliki tradisi dan kebudayaan yang memiliki kemampuan secara multiple untuk melakukan tafsiran ulang terus-menerus dalam menghadapi tuntutan perubahan zaman. Islam sebagai agama dalam masa kontemporer mau tidak mau harus mampu menjawab tantangan politik seperti soal kebangsaan, kenegaraan, dan demokrasi.
Lalu mengapa para petinggi negeri ini tidak belajar dari masa lalu ya
banyaak sekali pelajaran berarti, entahlah ..
Rindu sekali dengan kesantunan politik para pemimpin bangsa.
ini postingan serius ..
Tergelitik membaca Tsamarat al-Muhimmah karya fenomenal Raja Ali haji membuat kening saya berkerut, luar biasa sekali ..
Khazanah intelektual yang dihasilkan para penulis Melayu masa lalu merupakan suatu perbendaharaaan yang unik dan istimewa. Ia dapat menggambarkan kondisi kehidupan masyarakat Melayu lama dengan baik dari berbagai sudut. Dilihat dari segi materinya, karyatersebut ada yang bermuatan peraturan-peraturan berbangsa dan bernegara atau etika politik, termasuk konsep negara dan peradilan. Ada banyak poin mengenai kriteria pemimpin dan good governance yang bagus sekali untuk ditelaah.
Sejarah menunjukkan bahwa Islam sebagai agama memiliki tradisi dan kebudayaan yang memiliki kemampuan secara multiple untuk melakukan tafsiran ulang terus-menerus dalam menghadapi tuntutan perubahan zaman. Islam sebagai agama dalam masa kontemporer mau tidak mau harus mampu menjawab tantangan politik seperti soal kebangsaan, kenegaraan, dan demokrasi.
Lalu mengapa para petinggi negeri ini tidak belajar dari masa lalu ya
banyaak sekali pelajaran berarti, entahlah ..
Rindu sekali dengan kesantunan politik para pemimpin bangsa.
Wednesday, October 29, 2008
366 Cerita Rakyat Nusantara

Tamasya kebudayaan 33 provinsi
Bingung karena setiap malam buah hati tercinta meminta dibacakan cerita?
Bukan asal cerita, namun cerita menghibur yang sarat makna.
Nah, kiranya buku ini dapat menjawab kebingungan para mom's dan pa.
Tidak hanya sekedar bercerita, namun ranah kognitif anak dapat diasah.
Cukuplah kiranya jika buku ini menjadi investasi berharga untuk si buah hati.
Berikut adalah cuplikan resensi kecil-kecilan mengenai buku ini, enjoy
Teman-teman, buku ini akan menjadi sahabat baru kalian.
Tidak hanya 10, 20, atau 30 kisah,
tapi... ada 366 kisah siap menemani kalian sepanjang malam selama 1 tahun.
Lebih seru lagi jika kalian membaca bersama keluarga di rumah
Buku yang tebal ini dikemas dengan amat cantik.
Setiap halaman dilengkapi dengan ilustrasi penuh warna.
Ada pula lagu-lagu daerah yang dapat membuat hati riang gembira.
Dijamin kalian tidak akan bosan membacanya.
Melalui buku ini, kalian diajak untuk menyelami keindahan negeri kita
dan mengenal keragaman budaya bangsa yang amat kaya.
Buku ini berisi banyak tema cerita yang mengasyikkan.
Ada juga cerita mengenai petualangan menegangkan,
ksatria gagah berani, indahnya persahabatan, ketamakan,
kisah anak durhaka, dan masih banyak tema menarik lainnya.
Yang menyukai dongeng binatang juga ada lho?
Cobalah buka halaman 88 dan 237
Ada cerita tentang kecerdikan si burung parkit dari Aceh
dan kisah buaya tembaga dari Maluku
Nah, lengkap bukan teman-teman?
Asyik sekali kan...
Segera miliki dan baca bukunya ya...
Nah, ini sih promosi kecil-kecilan
karena buku ini salah satu terbitan kantor ..
Monday, October 27, 2008
Hamil yang menyenangkan
Hamil bukan berarti sakit lho...
Kehamilan adalah sesuatu yang sangat didambakan setiap pasangan yang telah menikah. Proses ini demikian unik dan mengundang berjuta takjub dan syukur atas kebesaran-Nya yang telah menghadirkan kehidupan "lain" di rahim seorang wanita. Kehamilan menurut saya merupakan kondisi istimewa. Saya sebut demikian karena semenjak hamil, saya menjadi care dengan asupan gizi yang masuk, ribut dengan masalah hygiene, dan peka soal rileksasi tubuh serta olahraga. Alhasil selama hamil, saya merasa lebih sehat daripada sebelum hamil. Dulu hampir 2 bulan sekali saya pasti terkena flu, tapi sekarang hampir 6 bulan perjalanan kehamilan saya, saya belum pernah sakit. Pun ketika di trimester pertama, yang penuh dengan perjuangan (kata orang lho), tapi saya dapat melewatinya dengan baik. Alhamdulillah...
Saya jadi tersadar, pola hidup saya makin mantab setelah dinyatakan hamil. Saya jadi makin insyaf, hehe. Harusnya pola-pola hidup sehat ini saya terapkan sebelum hamil. Jadi, pada saat hamil kondisi kesehatan akan semakin prima. So, dadah bye-bye ama mual dan gejala morningsickness lainnya.
Kehamilan merupakan hal yang amat pribadi bagi setiap wanita. Setiap wanita hamil pasti merasakan hal yang berbeda pula. Bumil A merasakan mual hebat tiap pagi, tapi bumil B malah sehat wal'afiat semasa kehamilannya. Nah, kondisi semacam ini bergantung pada pola hidup yang dijalani bumil. Semakin teratur dan sehat pola hidup bumil, insyaAllah gejala-gejala yang tidak menyenangkan akan jarang terjadi. Hamil merupakan proses yang luar biasa, hamil bukan berarti kita berada dalam kondisi sakit. Sebaliknya, hamil akan membawa kita pada perubahan yang luar biasa, yaitu kesehatan fisik dan emosi yang prima. Ahh..indahnya diciptakan sebagai wanita, bisa merasakan proses kehamilan yang menakjubkan.
Kehamilan adalah sesuatu yang sangat didambakan setiap pasangan yang telah menikah. Proses ini demikian unik dan mengundang berjuta takjub dan syukur atas kebesaran-Nya yang telah menghadirkan kehidupan "lain" di rahim seorang wanita. Kehamilan menurut saya merupakan kondisi istimewa. Saya sebut demikian karena semenjak hamil, saya menjadi care dengan asupan gizi yang masuk, ribut dengan masalah hygiene, dan peka soal rileksasi tubuh serta olahraga. Alhasil selama hamil, saya merasa lebih sehat daripada sebelum hamil. Dulu hampir 2 bulan sekali saya pasti terkena flu, tapi sekarang hampir 6 bulan perjalanan kehamilan saya, saya belum pernah sakit. Pun ketika di trimester pertama, yang penuh dengan perjuangan (kata orang lho), tapi saya dapat melewatinya dengan baik. Alhamdulillah...
Saya jadi tersadar, pola hidup saya makin mantab setelah dinyatakan hamil. Saya jadi makin insyaf, hehe. Harusnya pola-pola hidup sehat ini saya terapkan sebelum hamil. Jadi, pada saat hamil kondisi kesehatan akan semakin prima. So, dadah bye-bye ama mual dan gejala morningsickness lainnya.
Kehamilan merupakan hal yang amat pribadi bagi setiap wanita. Setiap wanita hamil pasti merasakan hal yang berbeda pula. Bumil A merasakan mual hebat tiap pagi, tapi bumil B malah sehat wal'afiat semasa kehamilannya. Nah, kondisi semacam ini bergantung pada pola hidup yang dijalani bumil. Semakin teratur dan sehat pola hidup bumil, insyaAllah gejala-gejala yang tidak menyenangkan akan jarang terjadi. Hamil merupakan proses yang luar biasa, hamil bukan berarti kita berada dalam kondisi sakit. Sebaliknya, hamil akan membawa kita pada perubahan yang luar biasa, yaitu kesehatan fisik dan emosi yang prima. Ahh..indahnya diciptakan sebagai wanita, bisa merasakan proses kehamilan yang menakjubkan.
Wednesday, October 15, 2008
Sok Syibuk

Duuh...rasanya akhir-akhir ini benar-benar kesulitan untuk bernapas, *berarti uda almarhum dung..* Kepingin banget melewatkan satu hari dengan boboks manis berselimutkan si pinky *hmmpff
Tapi apa daya, hiks rasanya hal itu jadi tak mungkin terjadi, banyak banget editan yang mesti diselesein bulan ini, belum lagi kerjaan kantor yang ga ada selesainya. Ngerjain naskah yang satu ini rasanya mati gaya deh. Tapi teteup dung harus menghembuskan nyawa biar bukunya enak dibaca, apalagi ini buku buat krucil-krucil.
Emang buku apa sih, pake mati gaya segala? He-eh ini buku penilaian Diknas 2008, so memang kudu kerja ekstra keras karena bukunya akan dinilai oleh tim penilai buku teks yang berasal dari kalangan akademisi. Apabila lolos buku ini nantinya akan dilabeli “cap layak pakai” oleh diknas. Kalu penasaran nih, boleh deh dicek di www.bsnp-indonesia.org syapa tau berniat menulis juga, hayuk…
Tuesday, September 16, 2008
celana hamil
nah..nah..perut uda makin buncit nihh
hari ini mulai pake celana hamil pertama ke kantor*siipp gaya banget deehh
nyarinya udah pake perjuangan bersimbah keringat dengan hubby. Ahh..dapet juga celana di gerai St.Ives warna coklat susu. Sebenernya celana jaman "langsing" dulu masih muat siih..tapi lama-lama kasian si adek, bisa pengap di dalem. Lucunya celana hamil ini ada karet pengait di samping, modelnya lurus mengecil ke bawah...jadi inget celana silat, ciaatt..
hari ini mulai pake celana hamil pertama ke kantor*siipp gaya banget deehh
nyarinya udah pake perjuangan bersimbah keringat dengan hubby. Ahh..dapet juga celana di gerai St.Ives warna coklat susu. Sebenernya celana jaman "langsing" dulu masih muat siih..tapi lama-lama kasian si adek, bisa pengap di dalem. Lucunya celana hamil ini ada karet pengait di samping, modelnya lurus mengecil ke bawah...jadi inget celana silat, ciaatt..
Monday, September 15, 2008
Cooking with Love : sarat cinta dan makna

“Sesungguhnya amal kebaikan yang akan sampai kepada mayit setelah meninggalnya adalah : ilmu yang dia sebarkan, anak shalih yang dia tinggalkan, mushaf yang dia wariskan, masjid yang dia dirikan, rumah yang dipakai para musafir yang telah dia bangun, sungai yang dia alirkan, atau shadaqoh yang dia keluarkan dari hartanya pada saat dia masih hidup dan sehat, semua akan sampai kepadanya setelah dia meninggal”. (Ibnu Majah)
Hari minggu kemarin saya dan suami kepingin bermesraan di toko buku*haduh..di antara tumpukan buku masakan yang berjejer rapi di sana, pandangan saya tertuju pada sebuah buku yang manis sekali. Perpaduan degradasi warna yang menawan, Cooking with Love – A tribute to Bunda Inong Almh. Sebuah judul yang cukup menelisik benak saya. Rupanya buku kumpulan resep tersebut merupakan persembahan untuk seseorang yang pastinya sangat bermakna bagi para sahabatnya. Saya didera penasaran untuk membuka lembar demi lembar buku tersebut. Hmmm..sebuah karya yang sarat akan cinta dan kesetiaan yang mengental. Melalui pertemanan dan jejaring di dunia maya, Almh. Inong telah menorehkan kesan yang begitu mendalam bagi para sahabat dan keluarga. Sehingga pada saat "kepergiannya" banyak yang merasa kehilangan. Buku ini kiranya dihadirkan untuk menebar jejak luar biasa seorang inong, yang dikenal sebagai seorang jago masak yang telah banyak menginspirasi banyak sahabat untuk terjun ke dapur. Mata saya mendadak basah, betapa hebatnya seorang inong ini. Amal shalih yang ia tinggalkan memang tidak berupa kitab seperti para ulama lainnya, namun ilmu memasak yang telah menginspirasi banyak orang membuat amal jariyahnya di dunia tidak pernah terputus. Ini adalah fadhilah dari Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki. Saya yakin manfaat ilmu akan tetap ada selama di permukaan bumi ini masih ada seorang muslim yang mengamalkan ilmu tersebut. Wallahua'alam
Wednesday, August 20, 2008
Matikan ponsel-nya doong
Dalam perjalanan menuju jakarta beberapa pekan yang lalu, saya bener-bener terhenyak dengan "kelakuan" orang indonesia. Apa pasal? nah, akan saya ceritakan dengan hati-hati.
Pesawat Garuda yang akan membawa saya melanglang pantura sebentar lagi akan lepas landas. Seperti biasa, larangan mematikan ponsel sudah di-halo2 oleh pramugari. Lampu dimatikan, pesawat sudah mulai jalan teratur, tapi *celinguk kiri dan waakkss* penumpang di sebelah saya, seorang bapak yang rapi jali (nampaknya seorang pengusaha) sedang asik menulis di communicatornya *sigh...entah kenapa, semenjak jadi bu-mil emosi saya sedikit melonjak-lonjak, rasanya ingin saya timpuk communicator bapak itu dengan sandal. Aduh, ini bapak pasti ga pernah baca koran or whatever, tentang bahayanya menghidupkan ponsel di dalam pesawat.Tau ga sih tuh bapak kalo frekuensi gelombang ponsel dengan mesin pesawat ini kebetulan sama dan sinergi, akan berakibat mengganggu jalannya pesawat tersebut, lebih fatal lagi berakibat mesin pesawat bisa langsung mati.Padahal telah banyak kecelakan pesawat yang diakibatkan oleh sinyal pada ponsel. Duh, ngakunya naik pesawat mahal tapi kenapa ga punya etiket..uggh
Setiap orang memang memiliki kepentingan dan keterdesakan, tapi mbok ya kita saling menjaga keselamatan bersama. Rakyat kita memang terbiasa menggunakan cara keras untuk menegakkan perilaku yang benar. Kalo perlu sebelum boarding, sita saja ponsel-ponsel para penumpang itu..hehe
Pesawat Garuda yang akan membawa saya melanglang pantura sebentar lagi akan lepas landas. Seperti biasa, larangan mematikan ponsel sudah di-halo2 oleh pramugari. Lampu dimatikan, pesawat sudah mulai jalan teratur, tapi *celinguk kiri dan waakkss* penumpang di sebelah saya, seorang bapak yang rapi jali (nampaknya seorang pengusaha) sedang asik menulis di communicatornya *sigh...entah kenapa, semenjak jadi bu-mil emosi saya sedikit melonjak-lonjak, rasanya ingin saya timpuk communicator bapak itu dengan sandal. Aduh, ini bapak pasti ga pernah baca koran or whatever, tentang bahayanya menghidupkan ponsel di dalam pesawat.Tau ga sih tuh bapak kalo frekuensi gelombang ponsel dengan mesin pesawat ini kebetulan sama dan sinergi, akan berakibat mengganggu jalannya pesawat tersebut, lebih fatal lagi berakibat mesin pesawat bisa langsung mati.Padahal telah banyak kecelakan pesawat yang diakibatkan oleh sinyal pada ponsel. Duh, ngakunya naik pesawat mahal tapi kenapa ga punya etiket..uggh
Setiap orang memang memiliki kepentingan dan keterdesakan, tapi mbok ya kita saling menjaga keselamatan bersama. Rakyat kita memang terbiasa menggunakan cara keras untuk menegakkan perilaku yang benar. Kalo perlu sebelum boarding, sita saja ponsel-ponsel para penumpang itu..hehe
Tuesday, August 5, 2008
Padang nan Sejuk

Syenengnya bisa mengunjungi kota ini. Hmm..kota ini memang mengundang berbagai pesona. Setelah pekanbaru dan medan yang hanya numpang singgah, di padang inilah petualangan dimulai*halah
Setelah kerjaan beres di malam hari, si bos masih nyempetin ngajak saya, sahabat saya di kantor, dan si bos untuk menikmati keindahan kota padang di waktu malam. Kebetulan waktu itu adalah malam minggu, tak ubahnya kehidupan malam di kota-kota lain, para pemuda sibuk meramaikan kota dengan berbagai atraksi. Sempat singgah di jembatan siti nurbaya kemudian dilanjutkan makan malam. Mungkin nih, karena kita dah kecapean jadi ga bisa menikmati keindahan kota. So, balik ke hotel adalah pilihan yang tepat.
Paginya, setelah sarapan masih sempet mejeng-mejeng di hotel. Kebetulan nih, hotel pangeran tempat kita nginep, belakang bangunan hotel langsung menghadap ke laut..hmm, viewnya lumayan keren. Sebenernya sih, saya dan sahabat ga sabar untuk jalan-jalan ke bukit tinggi.
Nah, ini yang ditunggu-tunggu. Kita memulai perjalanan dengan mengunjungi Danau Maninjau lebih dulu. Hmm..danau yang cantik, hawa yang segar menambah kenikmatan berwisata di sana. Perjalanan dilanjutkan menuju bukit tinggi, tapi rute yang dilalui bukanlah jalan kota yang lurus mulus. Namun, kita akan melewati rute kelok Ampek Puluah Ampek (Kelok 44). Maksudnya jalan yang dilalui akan menemui kelok yang terjal sebanyak 44 kali. Wonderful, rasanya senang sekali menikmati perjalanan kali ini. (sembari berdoa agar saya tidak mabuk.com). Di kiri-kanan jalan yang kami lalui ternyata banyak monyet yang dengan sigap menangkap pemberian makanan dari kami.*menggemaskan. Tak terasa sampailah di Bukit Tinggi. Wuih, hawanya yang sejuk meskipun hari telah siang membangkitkan semangat kami untuk belanja dan berfoto*ceilee. Kota ini memang menjadi tujuan utama wisata kota padang. Tak hanya sejuk, kota ini juga menawarkan tempat berbelanja kain yang cukup murah dan beragam. Jangan lupa pula untuk mampir ke kedai sate padang yang rasanya aduhaii; warung sate Mak Syukur, kedainya ada di daerah Padang Panjang (nah, ini kampungnya si bos). Dijamin, tidak bisa menolak jika ditawari untuk tambah satu piring lagi...Intinya, kota ini layak dijadikan salah satu tujuan wisata.
Konsep Diri
We are what we think. All that we are arises with our thoughts. With our thoughts, we make the world (The Buddha).
Tadi malam, adik suami yang baru saja masuk SMP mengeluh kecapean.
“Kenapa ya mb, akhir-akhir ini aku capek deh, jadi males kalo mau belajar.” Keluhnya.
“Nah, berarti ada masalah dengan konsep dirimu.” Saya melanjutkan.
“Loh, semua temenku juga begitu kok, pada kecapean.” Katanya membela diri.
Hmm.. ternyata anak seumur itu juga menghadapi masalah juga ya.. kadang nih masalah yang sering dihadapi oleh kita (anak-anak juga) berakar dari problem konsep diri. Manusia seringkali suka menilai yang macam-macam terhadap dirinya dan orang lain. Parahnya, mereka kadang turut meyakini persepsinya yang belum tentu objektif. Akibat yang timbul bisa bermacam-macam, dari kurangnya percaya diri hingga *narsis mode on.
Lalu, apa sih konsep diri itu? Nah, ini saya ambil dari e-psikologi tentang definisi konsep diri. Konsep diri dapat didefinisikan secara umum sebagai keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang terhadap dirinya. Seseorang dikatakan mempunyai konsep diri negatif jika ia meyakini dan memandang bahwa dirinya lemah, tidak berdaya, tidak dapat berbuat apa-apa, tidak kompeten, gagal, malang, tidak menarik, tidak disukai dan kehilangan daya tarik terhadap hidup. Orang dengan konsep diri negatif akan cenderung bersikap pesimistik terhadap kehidupan dan kesempatan yang dihadapinya. Ia tidak melihat tantangan sebagai kesempatan, namun lebih sebagai halangan. Orang dengan konsep diri negatif, akan mudah menyerah sebelum berperang dan jika gagal, akan ada dua pihak yang disalahkan, entah itu menyalahkan diri sendiri (secara negatif) atau menyalahkan orang lain.
Sebaliknya, seseorang dengan konsep diri yang positif akan terlihat lebih optimis, penuh percaya diri dan selalu bersikap positif terhadap segala sesuatu, juga terhadap kegagalan yang dialaminya. Kegagalan bukan dipandang sebagai kematian, namun lebih menjadikannya sebagai penemuan dan pelajaran berharga untuk melangkah ke depan. Orang dengan konsep diri yang positif akan mampu menghargai dirinya dan melihat hal-hal yang positif yang dapat dilakukan demi keberhasilan di masa yang akan datang.
Saya yakin jika konsep diri yang positif dapat dibentuk sedari kecil. Tentunya melalui pola asuh yang baik serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang si kecil. Sikap atau respon orang tua dan lingkungan akan menjadi bahan informasi bagi anak untuk menilai siapa dirinya. Jika lingkungan memberikan sikap yang baik dan positif, maka anak akan merasa dirinya cukup berharga sehingga tumbuhlah konsep diri yang positif. Sebaliknya, perilaku orang tua yang kerap mengabaikan dan melecehkan anak akan mendukung konsep diri negatif pada anak. So..saya harus bersiap rupanya dari sekarang, menyiapkan anak saya sebagai “pejuang tangguh” yang memiliki konsep diri positif serta hati seluas samudra, *halah
Tadi malam, adik suami yang baru saja masuk SMP mengeluh kecapean.
“Kenapa ya mb, akhir-akhir ini aku capek deh, jadi males kalo mau belajar.” Keluhnya.
“Nah, berarti ada masalah dengan konsep dirimu.” Saya melanjutkan.
“Loh, semua temenku juga begitu kok, pada kecapean.” Katanya membela diri.
Hmm.. ternyata anak seumur itu juga menghadapi masalah juga ya.. kadang nih masalah yang sering dihadapi oleh kita (anak-anak juga) berakar dari problem konsep diri. Manusia seringkali suka menilai yang macam-macam terhadap dirinya dan orang lain. Parahnya, mereka kadang turut meyakini persepsinya yang belum tentu objektif. Akibat yang timbul bisa bermacam-macam, dari kurangnya percaya diri hingga *narsis mode on.
Lalu, apa sih konsep diri itu? Nah, ini saya ambil dari e-psikologi tentang definisi konsep diri. Konsep diri dapat didefinisikan secara umum sebagai keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang terhadap dirinya. Seseorang dikatakan mempunyai konsep diri negatif jika ia meyakini dan memandang bahwa dirinya lemah, tidak berdaya, tidak dapat berbuat apa-apa, tidak kompeten, gagal, malang, tidak menarik, tidak disukai dan kehilangan daya tarik terhadap hidup. Orang dengan konsep diri negatif akan cenderung bersikap pesimistik terhadap kehidupan dan kesempatan yang dihadapinya. Ia tidak melihat tantangan sebagai kesempatan, namun lebih sebagai halangan. Orang dengan konsep diri negatif, akan mudah menyerah sebelum berperang dan jika gagal, akan ada dua pihak yang disalahkan, entah itu menyalahkan diri sendiri (secara negatif) atau menyalahkan orang lain.
Sebaliknya, seseorang dengan konsep diri yang positif akan terlihat lebih optimis, penuh percaya diri dan selalu bersikap positif terhadap segala sesuatu, juga terhadap kegagalan yang dialaminya. Kegagalan bukan dipandang sebagai kematian, namun lebih menjadikannya sebagai penemuan dan pelajaran berharga untuk melangkah ke depan. Orang dengan konsep diri yang positif akan mampu menghargai dirinya dan melihat hal-hal yang positif yang dapat dilakukan demi keberhasilan di masa yang akan datang.
Saya yakin jika konsep diri yang positif dapat dibentuk sedari kecil. Tentunya melalui pola asuh yang baik serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang si kecil. Sikap atau respon orang tua dan lingkungan akan menjadi bahan informasi bagi anak untuk menilai siapa dirinya. Jika lingkungan memberikan sikap yang baik dan positif, maka anak akan merasa dirinya cukup berharga sehingga tumbuhlah konsep diri yang positif. Sebaliknya, perilaku orang tua yang kerap mengabaikan dan melecehkan anak akan mendukung konsep diri negatif pada anak. So..saya harus bersiap rupanya dari sekarang, menyiapkan anak saya sebagai “pejuang tangguh” yang memiliki konsep diri positif serta hati seluas samudra, *halah
Berkarya…berkaryaa
Aduuhh..apa setiap bu-mil selalu mati kreativitas yaa..
Di kantor nih kalo abis maem siang pasti bawaannya ngantuk. Kerjanya jadi ga produktif *wink, entah ke mana menguapnya ide-ide segar, rasanya pengen cepet pulang trus rebahan di kamar…
Bulan ini kudunya nyelesein naskah buat sayembara, namun apa daya draft kotornya aja belon jadi..hikss. Untung perbaikan buku diknas kemaren dah selese, padahal daku sempet ditelpon ma pusbuk, disangka belum ngumpulin buku revisian*syebel..masa bu-mil boong*
Pokoknya nanti malem kudu mulai nuliss
Ayoo bumil semangat…
Di kantor nih kalo abis maem siang pasti bawaannya ngantuk. Kerjanya jadi ga produktif *wink, entah ke mana menguapnya ide-ide segar, rasanya pengen cepet pulang trus rebahan di kamar…
Bulan ini kudunya nyelesein naskah buat sayembara, namun apa daya draft kotornya aja belon jadi..hikss. Untung perbaikan buku diknas kemaren dah selese, padahal daku sempet ditelpon ma pusbuk, disangka belum ngumpulin buku revisian*syebel..masa bu-mil boong*
Pokoknya nanti malem kudu mulai nuliss
Ayoo bumil semangat…
Sunday, July 27, 2008
Semangat hypnobirthing

Malam minggu kemarin, saya dan suami berkencan di salah satu mal di malioboro..alih-alih ngidam kepengin seperti insan yang sedang kasmaran..*pingsan.com.
Tujuan pertama telah dilalui dengan sukses, beli sepatu yang trepes supaya bumil yang satu ini ga cepet pegel, mampir ke hero, trus diakhiri dengan kunjungan ke gramedia. Dah niat banget beli bukunya mb evariny tentang melahirkan tanpa rasa sakit. Alhamdulillah dapet juga, wah ternyata buku ini masuk ke jajaran best wanted lho..*malam ini pasti khatam, niatku bulat*
Sampai di rumah, berteman dengan segelas susu kedelai dingin mulai membuka lembaran buku, hoplaa.. halaman kata pengantar, sambutan, bab 1 terlewati…tapi ohh noo..tiba-tiba ruang tamu mendadak sendu, temaram cahaya tak bisa dielakkan lagi, pandangan sayu ditebarkan…akhirnya semua menjadi gelap…zzz…zzz…zzz
Friday, July 25, 2008
Artalyta…oh artalyta
Suami saya benar-benar nge-fans dengan ibu yang satu ini…hahaha saya tulis nge-fans bukan dalam arti sesungguhnya lho.. lha wong tiap nonton televisi kalo ada adegan artalyta langsung duduk manis tanpa bersuara.. tapi saya paham yang terbersit di hatinya, mungkin suami saya berpikir kok bisa ya perempuan menjadi negotiator ulung seperti itu? Lobby sana sini kepada penggede-penggede republik ini, keberaniannya patut diacungi jempol, tapi trik yang dipakai menurut saya ga banget deh.. terbukti saat alibi yang diajukan bahwa uang yang diberikan kepada jaksa Urip untuk bisnis permata, besoknya ganti lagi jadi bisnis bengkel
(wahh…kelihatan ga cantik khan triknya…besok mungkin alibinya untuk bisnis spa dan karouke.. secara jaksa urip seneng banget nongkrong di tempat seperti itu).
Entah kenapa, media hanya mengulas seputar perkara penyuapannya saja. Padahal, saya ingin sekali tahu bagaimana reaksi anak dan keluarga Artalyta ketika dihadapkan pada kasus ini. Bagaimana ya kehidupan mereka selanjutnya? Atau mungkin keluarga artalyta yang notabene keluarga pengusaha kelas kakap di lampung diam seribu basa melihat kelakuan anggota keluarga mereka itu.*pura2 ga kenal.com* Yang jelas, keadilan harus ditegakkan. Ini momen yang berharga untuk membuat kapok para koruptor.
Indonesia bisa seperti Korea Selatan yang sangat keras terhadap perilaku korupsi. Di Negeri Ginseng ini, aparat penegak hukum berani menjatuhkan hukuman bagi mantan presidennya. Tiongkok lebih dahsyat lagi. Negeri ini tak sungkan menembak mati koruptornya dan membebankan biaya peluru tersebut kepada keturunannya!!!
(wahh…kelihatan ga cantik khan triknya…besok mungkin alibinya untuk bisnis spa dan karouke.. secara jaksa urip seneng banget nongkrong di tempat seperti itu).
Entah kenapa, media hanya mengulas seputar perkara penyuapannya saja. Padahal, saya ingin sekali tahu bagaimana reaksi anak dan keluarga Artalyta ketika dihadapkan pada kasus ini. Bagaimana ya kehidupan mereka selanjutnya? Atau mungkin keluarga artalyta yang notabene keluarga pengusaha kelas kakap di lampung diam seribu basa melihat kelakuan anggota keluarga mereka itu.*pura2 ga kenal.com* Yang jelas, keadilan harus ditegakkan. Ini momen yang berharga untuk membuat kapok para koruptor.
Indonesia bisa seperti Korea Selatan yang sangat keras terhadap perilaku korupsi. Di Negeri Ginseng ini, aparat penegak hukum berani menjatuhkan hukuman bagi mantan presidennya. Tiongkok lebih dahsyat lagi. Negeri ini tak sungkan menembak mati koruptornya dan membebankan biaya peluru tersebut kepada keturunannya!!!
Friday, July 18, 2008
Dukungan suami ... harus itu

Ketika saya berangkat ke kantor, kebetulan berpapasan dengan suami istri yang sedang asyik bermain dengan putranya…Tiba-tiba pandangan saya menerawang jauh ke belakang, ketika pertemuan pertama dengan suami hingga saat pernikahan kami.
Saya menyadari penuh bahwa saya telah menikah dengan orang yang mencintai saya dengan amat sangat *gr.com*. Nah, kecintaan itu makin kentara dengan jelas ketika saya hamil, suami dengan setia “melayani” setiap keinginan saya yang terkadang berlebihan, memberikan dukungan hingga saya siap tempur dalam menghadapi masa kehamilan hingga 9 bulan kemudian. Perhatian kecil memang, seperti membuatkan susu, membelikan makanan kesukaan saya, mengupaskan buah, membuatkan air panas untuk mandi, memijiti punggung saya sampai mengambil alih tugas domestik rumah tangga…olehnya saya merasa sangat diperhatikan.
Actually, saya adalah orang yang sangat cengeng...membaca kisah-kisah haru bisa membuat saya nangis termehek-mehek..jadi melihat perhatian suami atau orang-orang di sekeliling yang begitu besar membuat saya menitikkan airmata. Ah, saya menjadi tidak sabar untuk menjadi orang tua yang mendidik jundi-jundi kami menjadi seseorang yang dapat menegakkan dienullah, menjadi pecinta dan penyanyang terhadap orang lemah, dan menjadi penghibur umi dan abi-nya. Akhirnya, setelah tugas membesarkan anak nanti mulai berkurang tibalah untuk melewati sisa hidup ini dengan suami tercinta..membina rumah tangga yang di dalamnya terdapat kesetiaan yang kental, kepercayaan yang menggunung, kasih sayang yang begitu melimpah, dan perasaan saling membutuhkan di antara kami... semoga rintis kasih kami berlanjut hingga menembus batas fana...
*hikss...hikss...jadi pengen pulang dan bertemu suami di rumah*
Subscribe to:
Posts (Atom)
