Friday, July 18, 2008

Dukungan suami ... harus itu



Ketika saya berangkat ke kantor, kebetulan berpapasan dengan suami istri yang sedang asyik bermain dengan putranya…Tiba-tiba pandangan saya menerawang jauh ke belakang, ketika pertemuan pertama dengan suami hingga saat pernikahan kami.
Saya menyadari penuh bahwa saya telah menikah dengan orang yang mencintai saya dengan amat sangat *gr.com*. Nah, kecintaan itu makin kentara dengan jelas ketika saya hamil, suami dengan setia “melayani” setiap keinginan saya yang terkadang berlebihan, memberikan dukungan hingga saya siap tempur dalam menghadapi masa kehamilan hingga 9 bulan kemudian. Perhatian kecil memang, seperti membuatkan susu, membelikan makanan kesukaan saya, mengupaskan buah, membuatkan air panas untuk mandi, memijiti punggung saya sampai mengambil alih tugas domestik rumah tangga…olehnya saya merasa sangat diperhatikan.
Actually, saya adalah orang yang sangat cengeng...membaca kisah-kisah haru bisa membuat saya nangis termehek-mehek..jadi melihat perhatian suami atau orang-orang di sekeliling yang begitu besar membuat saya menitikkan airmata. Ah, saya menjadi tidak sabar untuk menjadi orang tua yang mendidik jundi-jundi kami menjadi seseorang yang dapat menegakkan dienullah, menjadi pecinta dan penyanyang terhadap orang lemah, dan menjadi penghibur umi dan abi-nya. Akhirnya, setelah tugas membesarkan anak nanti mulai berkurang tibalah untuk melewati sisa hidup ini dengan suami tercinta..membina rumah tangga yang di dalamnya terdapat kesetiaan yang kental, kepercayaan yang menggunung, kasih sayang yang begitu melimpah, dan perasaan saling membutuhkan di antara kami... semoga rintis kasih kami berlanjut hingga menembus batas fana...

*hikss...hikss...jadi pengen pulang dan bertemu suami di rumah*

1 comment:

Damar Who Land said...

Amin,....semoga SaMaRa,....
semoga seiring waktu yang berjalan dengan rintangan yang siap menghadang tidak menjadikan karat yang mengikis cita-cita mulia itu.