Tuesday, July 15, 2008

Syair Damarwulan: Sebuah Suntingan ala Strukturalisme Levi-Strauss

Tiba-tiba saya merasa lebih romantis dari biasa (emang, biasanya romantis ya?). Hmm..memang membaca itu seperti memberdaya diri kita. Kali ini buku tentang filologi sastra melayu. Dahulu cerita gagahnya Damarwulan kerap diidentikkan dengan masyarakat Jawa. Apa jadinya jika masyarakat Melayu juga mengenal cerita ini dengan gubahan yang sedikit berbeda. Ada banyak sisi positif tentang kajian mitos ini. Sisi heroik dan kepahlawanan begitu menonjol. Akan tetapi, lagi-lagi membawa sebuah simpulan bahwa wanita memang racun dunia (hee.hee). Maka berbanggalah menjadi seorang wanita! Bagaimana tidak? peperangan yang terjadi (tentunya melibatkan Damarwulan) disebabkan perebutan wanita cantik, Ratu Kencana.

Whatever! Buku ini masih tahap seting. Jadi, belum bisa dinikmati secara utuh. Tapi saya tampilkan sinopsisnya di sini.

Mendengar Cerita Damarwulan pasti yang terlintas di benak Anda adalah cerita klasik dari Jawa tentang kisah cinta Damarwulan dan Anjasmara, pertarungan Damarwulan dan Menakjingga, Damarwulan menjadi raja, dan Damarwulan beristri Ratu Kencana. Cerita tersebut tidak hanya dikenal di Jawa dan Bali. Masyarakat Melayu juga mengenal cerita ini, meski dengan versi yang sedikit berbeda. Dalam kesusastraan Melayu klasik, kisah Damarwulan dikenal dalam bentuk syair dan hikayat.Selain naskah Hikayat Damar Bulan, cerita ini dikenal masyarakat Melayu melalui naskah Syair Damarwulan. Karya tersebut memperkaya perbendaharaan sastra Melayu. Cerita tersebut merupakan respon masyarakat Melayu terhadap sebuah cerita klasik yang terkenal dalam masyarakat Jawa. Dengan kata lain, teks Syair Damarwulan merupakan pandangan dan penafsiran masyarakat Melayu terhadap sebuah cerita yang berlatar kebudayaan Jawa. Buku ini hendak memperkenalkan cerita Damarwulan versi Melayu, khususnya Syair Damarwulan dari segi pernaskahan dan pemaknaannya. Karya ini dikaji menggunakan teori struktural ala Levi-Strauss untuk mengetahui relasi-relasi sekaligus makna yang terkandung di dalamnya. Penulis berharap melalui karya ini akan menambah kecintaan terhadap naskah-naskah karya sastra Melayu klasik sekaligus mengkaji kandungan nilainya.

No comments: